Tawa Selepas Duka
November 26, 2020"Meski langkahmu telah pergi menjauh, rasaku belum sepenuhnya luruh. Asal kamu tahu hati ini belum bisa berhenti menyebut namamu. Harapku masih terbuka lebar, berharap kamu bisa kembali."
----
Aku pernah hampir putus asa
Hampir tenggelam seolah tak ada harapan
Pernah begitu jahat menyakiti diri sendiri
Mengorbankan segala cara hanya untuk memuaskan hati
Tapi justru membawaku pada petaka yang begitu besar
Seharusnya tak begitu, terkadang hal sepele seringkali terlihat menjadi ancaman besar bagi seorang manusia; termasuk aku.
Aku pernah ada di posisi demikian
Ruanganku begitu lembap seperti tak berpenghuni, mungkin penghuninya sudah pergi jauh atau bisa jadi ia terjebak di dalamnya sampai tak ingin keluar untuk selamanya
Redup, tak bercahaya
Tersungkur seorang diri tanpa siapapun
Percuma ditemani jika nyatanya hanya tetap fokus pada titik yang salah
Bukan karena menolak untuk ditolong hanya saja aku sedang meratapinya begitu dalam sampai akhirnya lekas pergi
Begitu lama ku tunggu dengan berlinang airmata tetap saja tak membuatnya pergi
Seolah yang terjadi hanyalah mimpi
Sekelam itu, aku pernah.
Kau mungkin mengira, bahwa aku adalah manusia yang tegar menghadapi semuanya sendirian.
Dugaanmu sangat keliru, aku bahkan sudah hampir menyerah tapi entah dari mana berasal aku tetap bertahan berselimut duka yang begitu dalam.
"Mau sampai kapan hatimu dibiarkan sakit seperti ini karena seseorang. Untuk apa kamu masih mengharapkan ia kembali? Ikhlaskanlah. Dia sudah bahagia. Kembalinya pun sudah sangat mustahil. Kepergian seseorang memang begitu menyakitkan, tapi aku yakin akan tergantikan dengan seseorang yang akan mencintaimu dengan tulus dan akan mengukir bahagia bersamamu." tutur seseorang dengan lembut.
Mana mungkin aku melupakannya, jelas teringat di benakku mengenai momen di mana ia masih begitu peduli akan kondisiku yang sudah mulai kepayahan.
Hanya butuh waktu cukup lama agar semuanya dapat seperti sedia kala.
Hingga pada akhirnya segala duka berhasil aku runtuhkan sedikit demi sedikit, tak perlu kamu ragukan lagi bahwa ternyata kegagalan akan selalu menghampiri
Terkadang dari kegagalan itulah aku dibentuk menjadi tegar dari biasanya
Belajar yang tak mudah untuk aku pelajari sampai akhirnya kini kondisi sudah perlahan pulih seperti sedia kala
Tak ada tangisan yang mengiringi saat mengingatnya
Tak ada lara yang menghimpit dada saat tak sengaja bahagianya melintas di beranda sosial
Kali ini, aku harus bisa untuk tak lagi sibuk akan masa lalu yang kelam
Semuanya telah berubah saat aku memutuskan untuk kembali bangkit dari keterpurukan
Jemari ini pun sebelumnya telah melepas kepergian seseorang
Bahkan saat ini telah kembali digenggam oleh ia yang menyayangiku dengan tulus
Rasa yang tak pernah ku duga
Bahwa kenyataan aku akan bersanding dengannya; seseorang yang telah memberiku nasehat, ia adalah orang terdekatku
Aku saja yang tak pernah mengetahui bahwa selama ini ia telah menyimpan rasa dengan sangat rapi tanpa sepengetahuanku
Kamu, Terima kasih ya.
••
Bandung, 26 November 2020
@tulisan_nun
gadis bungsu

0 komentar
(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)