Perlahan Tumbuh
Oktober 22, 2020Kemarin telah aku habiskan bekas-bekas serpihan yang ingin aku hempaskan dengan perlahan.
Aku mencoba memberanikan diri, saat raga sejujurnya memang tak kuat untuk melakukannya.
Sejengkal aku menatap ke depan
Sambil memandang hal yang akan aku terima dari keputusan ini.
Lalu aku mencoba menghela napas dengan perlahan agar keputusannya bisa berjalan dengan baik.
Sesekali aku simpulkan senyum di wajah sambil ku tata bahwa aku siap untuk meninggalkannya di sini.
Semestinya aku harus tetap berjalan.
Hakikat berhenti bukan harus menyerah.
"Berupayalah untuk melompat sekarang atau kau akan kehilangan daya." ucapnya yang saat itu sedang sama-sama berjuang dengan keberaniannya untukku.
Dan saat piringan bola kembali pulang, aku ucapkan selamat untuk diri karena sudah berani tersenyum saat kondisi tersulit. Saat semuanya sedang hening dalam kesunyian, saat itu pula diri terdiam dalam hangatnya sendu.
Dan aku kembali dengan hati yang tenang dan jiwa yang kembali utuh untuk melangkah.
Terimakasih aku sudah setia berjuang sejauh ini.
~
@tulisan_nun
gadis bungsu

0 komentar
(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)