Utuh Tak Tersentuh
November 26, 2020Ku bahagia kau telah terlahir di duniaDan kau ada di antara miliaran manusiaDan ku bisa dengan radarku menemukanmu(Perahu Kertas)
-----------------------
Bahagiamu, bahagiaku juga. Meski harus mengorbankan rasa yang sudah jauh-jauh hari tumbuh hingga berkembang seiring berjalan waktu.
Sosok sederhana yang berhasil memberi warna terang saat duniaku redup tak bersuara lagi.
Dulu, duniaku begitu padam, kelam, bahkan seringkali dipenuhi luka lebam. Sampai akhirnya memutuskan untuk segera menutup dan tak ingin membukanya.
Tapi berbeda ketika aku kenal denganmu, bertahun-tahun menjadi pelengkap sepimu, meski bertolak rasa diantara kita.
Hendak aku kemanakan semua kejujuran ini? Setiap kali aku mengungkap hanya terbalas gurauan semata
Baiklah, memang sosok humoris sepertiku seringkali hanya sebatas permainan, itu disebabkan aku selalu memiliki bahan untuk membuatmu tertawa namun berbeda dengan rasa, aku sama sekali takkan mempermainkan nya; terlebih padamu.
Tapi sudahlah, waktu memang belum sepakat menyatukan dua hati antara kita.
Aku tak pernah memaksa karena aku yakin kau akan tetap memilih yang lain. Siapalah aku? hanya berperan menjadi pelepas lelah, menjadi payung ketika dihujani airmata oleh pemeran utamamu, menjadi penghangat saat ia kembali mencampakkanmu.
Aku hanya pengisi sesaat dalam hatimu, sampai suatu ketika rasa itu hadir menyelinap utuh dengan tulus. Sebenarnya hendak aku berikan pada siapa? Kalau nyatanya alasan bahagiaku adalah kamu.
Ingin rasanya aku membunuh rasa ini dengan perlahan namun tetap saja tak bisa aku lakukan, mungkin karena sudah begitu dalam.
Biarkan yang utuh tetap terjaga sebagaimana mestinya. Karena bagaimanapun hatimu takkan pernah menerimaku lebih dari sekadar sahabat.
••
@tulisan_nun
gadis bungsu

0 komentar
(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)