Perihal sendiri-ku
Agustus 27, 2020Kesendirian datang menghampiri
Menyeret deras pada alur sepi
Termenung meratapi diri
Hati seperti mati
Mati oleh trauma yang pernah kualami
Tak ada kehidupan yang mendiami
Sunyi perlahan menyukai
Mengurung tawa dengan bingkai sepi
Suara angin,gemuruh ombak
ataupun suara orang sekitar yang bersorak
Tak ingin lagi menyinggahi telinga dengan bentak
Keramaian membuat jiwaku risih
Memaksa untuk kembali berkasih
Padahal luka tusuk kemarin belum juga pulih
Ada banyak yang datang menghampiri
Mencoba untuk terus meyakini
Namun rasa tak bisa dibodohi
Aku lebih menyukai sendiri
Dalam kesendirian
Kumendapati kebebasan
Mencari peluang peluang yang menjadi kesibukan
Tak mengapa sunyi yang penting tak ada lagi kesakitan
Meski Tak ada bahu menjadi tempat bersandar
Ketika rasa pekik menyambar
Hanya menyisahkan Bara luka bakar
Namun tetap kulukis pada wajahku senyum yanh lebar
Tak usah tanya mengapa?
Sudah Terlalu banyak kecewa
Hingga sulit menaruh rasa kepada ia yang istimewa
Tak ingin begitu terbawa
Sebab sekedar terpesona pun tak lagi terlintas dalam jiwa..
-Rhai Merdekawati


0 komentar
(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)