Kita Sering Lupa
Agustus 31, 2020Terkadang kita sibuk mengasihani orang lain, namun lupa dalam mengasihani diri sendiri. Kita enggan untuk merespon buruk tentang cerita orang lain, bahkan kita berusaha untuk memotivasinya. Sampai lupa bahwa kita juga tengah butuh hal itu, sayangnya perlakuan kita kepada orang lain berbeda jauh dengan perlakuan terhadap diri sendiri. Saat nasehat telah terucap untuk orang lain, sebenarnya nasehat itu juga tengah mengarah kepada kita.
Kita sering acuh dengan perasaan sendiri, padahal tahu bahwa semakin hari luka itu semakin terasa pahit dan sampai tak terasa sama sekali; hambar. Tapi tetap saja kita sudah enggan untuk mengobatinya, satu sisi kita sudah berusaha membuat orang lain tersenyum karena berhasil bangkit dan luka mereka telah kembali lebur tak tersisa. Lalu apakabar dengan diri sendiri? Apakah semakin hari semakin erat untuk memeluk tikaman luka itu? Dan satu sisi kamu juga bahagia kan saat oranglain telah kembali tersenyum? Seolah kamu juga telah pulih seperti mereka, namun nyatanya kamu masih bersahabat dengan luka.
Itukah yang tengah mewakilimu saat ini?
@tulisan_nun
gadis bungsu


0 komentar
(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)