T E P I A N

September 23, 2020



Memang, dulu kau benar, aku seseorang yang egois. 

Memang, kau benar, dulu aku seorang yang tak pernah luput dari kesalahan. 

Memang, kau benar, dulu aku seseorang yang tak pernah mengerti keadaan seseorang. 

Tapi, kau melupakan satu hal tentang diriku. 

Tak mungkin aku berdiam diri dengan segala hal buruk tentang diriku, aku percaya bahwa seseorang dapat berubah atas izin Allah.

Segala hal dari buruk ke baik, dari baik ke lebih baik. 

Aku percaya bahwa Allah akan menuntun hambanya jika hambanya meminta.

Namun kau pergi meninggalkan di pertengahan jalan sebelum aku sampai ditepian disaat Allah menuntunku. 

Kecewa, amat kecewa, dan terpuruk. Kataku. 

Sekejap aku menepi dan Allah kembali menuntunku. 

Hingga aku sampai di penghujung jalan, sampai aku tiba di tepian, dimana seolah Allah menujukan bahwa. 

"Dia bukanlah yang terbaik. Aku menyiapkan yang lebih baik darinya dipenghujung jalan."

Perlahan demi perlahan aku merasa lebih tenang. Sampai waktu demi waktu berganti.

Dan tiba di sebuah titik dimana aku merasa, seharusnya aku berfikir bahwa dulu bukan suatu permasalahan yang besar jika memang aku kau tinggalkan. 

Dan kembali Allah menuntunku lagi. Hingga kemudian Allah tunjukan orang yang lebih baik untukku. Untuk hambaNya. 


.....


Tiba disebuah keadaan, dimana aku berhenti menilai seseorang dari parasnya.

Aku menemukanmu, seseorang yang pernah singgah kala itu. 

Seseorang yang seolah aku merasa dia lebih baik darinya, dan akanku yakinkan bahwa dialah yang akan kuperjuangkan untuk yang terakhir kalinya. 

Aku yakin bahwa semesta telah meninggalkan yang meninggalkanku di pertengahan jalan, dan menyiapkan yang lebih baik untukku di penghujung jalan. 

Dan kembali aku merasa bersyukur atas apa yang aku jalani selama ini, hingga aku menemukan kebahagiaanku kembali.

Aku merasa seolah Allah berpesan kepadaku atas semuanya, dan kepada apa yang aku genggam saat ini.

"Jangan duakan Aku kembali. Akan-Ku tetapkan bersamanya yang pada saat ini Ku berikan, hingga tepian berikutnya. Asal Aku yang akan menuntunmu menjalani semuanya. Jadi, bersabarlah sedikit lagi. Jauhkan segala larangan-Ku. Bataskanlah apa yang kau genggam saat ini, dan genggamlah ia dengan imanmu, teruslah berdoa kepada-Ku hamba-Ku. Maka segala pintamu akan-Ku kabulkan, selagi kau beriman kepada-Ku."


.....


Banyak pelajaran yang kudapatkan selama ini, dan aku yakin bahwa masih ada tepian lain di depan sana. 

Semoga Allah tetapkan apa yang aku genggam saat ini, hingga ketepian berikutnya.




-jalanhidup

@itsfaarhn

You Might Also Like

0 komentar

(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)

Popular Posts

Profil Penulis

Join

Nama

Email *

Pesan *

Most Popular