Dari Seberang Jalan

September 08, 2020



Kamu baik-baik saja kan?

Tadi tak sengaja aku mengintipmu dari kejauhan, tengah duduk menatap semesta yang sedang bahagia.


Sore itu, siraman lembut dari matahari tepat di rona wajahmu. Sepertinya tatapan yang kamu beri begitu datar. Terkadang tersenyum, terkadang menutup wajah, terkadang menunduk lesu, helaan napas begitu terasa berat. Bukankah begitu?


Yang ku kenal sebagai periang, nampaknya tengah alpa untuk hari ini. Jiwamu seakan kuat, tapi aku tak bisa memprediksi bagaimana kabar batinmu.


Tatapanmu tak bisa beralih, meski hanya terhalang oleh beberapa rumah, tapi ku ingat jelas bagaimana posisimu saat itu. Aku hanya memerhatikan secara diam-diam, namun kelopak matamu begitu tajam hingga tak bisa berpaling ataupun melirik sedikitpun ke arahku.


Suara gaduh yang berasal dari larian angin berhembus kencang saat itu, menerbangkan beberapa dedaunan hingga jatuh ke dasar tanah.


Nampaknya kamu sedang mencari kedamaian hati dari meruaknya masalah yang kian melebar ke berbagai arah. Perlahan kamu mulai meraih sebuah buku harian lalu pena yang sedari tadi kamu bawa dari ruang pribadimu. Entah perkara apa yang tengah kamu tumpahkan di sana. Begitu lincah, seakan banyak sekali butiran kata melebur dalam hamparan kertas kosong itu, hingga akhirnya terisillah kertas itu dengan pena yang masih basah.


Apapun yang kamu tulis, aku percaya itu adalah ungkapan kejujuran dari hatimu. Karena setiap rasa tak mampu diungkapkan dalam lisan, dan tak semua kata bisa dipahami oleh semua orang. Aku menyukai caramu, lewat keunikan dari pribadimu. Meski kebanyakan orang memandang sebelah mata, aku tak peduli.


Kamu, baik-baik ya di sana.


Salam hangat, dariku.


@tulisan_nun

gadis bungsu

You Might Also Like

0 komentar

(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)

Popular Posts

Profil Penulis

Join

Nama

Email *

Pesan *

Most Popular