Selapik Seketiduran
Agustus 17, 2020Selapik Seketiduran
Dia sahabatku, biar orang menjauhinya sekalipun, dia tetap sahabatku. Setiap katanya mampu bangunkan aku dari terlana dunia, biidznillah. Bagi cerita lewat kata, meski tersekat jarak rumah.
Dia ada saat aku butuhkan teman. Sahabat bukan yang pertama, atau yang lama, 'kan? Tapi, dia yang mencoba selalu ada, meski dia juga ada masalah.
Aku mencintainya karena Allaah. Berharap selepas lulus nanti, kami tetap silaturahmi. Jalin komunikasi, bagi cerita tentang tempat baru kami.
Dia tak sempurna, sama sepertiku. Kami bertahan bersama untuk bisa berkumpul lagi, nantinya. Dia sahabatku.
Dengan segala tingkahnya, kami sama.
Kami diam bila dengan lisan, tapi kami bisa riuh jika dengan tulisan. Ia sahabatku, saling bagi semangat lewat kata, dan juga doa.
Semoga Allaah selalu rahmati dan ridai kamu, wahai selapik seketiduranku ... aamiin.
-HilNulis
Di kolong langit.
23.45

0 komentar
(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)