P U P U S

Oktober 10, 2020



***

Setelah tajamnya patah menghujam
Ku pikir, kamu adalah obat untuk luka yang ku dapat
Ku kira, kamulah penyembuh yang sengaja datang di saat aku butuh

Aku hanya tidak menyangka, jika ternyata kamu adalah racun yang lebih berbahaya
Aku tak pernah mengira, jika hadirmu hanya untuk membuatku merasa tak bernyawa

Kini, aku telah kehilangan segala
Apa memang itu yang kamu inginkan?

Untuk melukaiku lebih dalam?
Atau ingin membuat tangisku lebih tajam?

Terima kasih!
Kamu telah berhasil menabur garam di atas lukaku yang masih basah

Selamat!
Air mataku bahkan tak cukup untuk mengendalikannya, tak bisa untuk memuaskannya



~Sarah Muslimah~
@sarnoyy99

You Might Also Like

0 komentar

(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)

Popular Posts

Profil Penulis

Join

Nama

Email *

Pesan *

Most Popular