Coretan rindu untuk Ayah
September 22, 2020Mataku menerawang pada masa lalu.
Terasa Suram menikam pilu.
Bibirku ingin sekali meneriakkan rindu .
Kutitip pada hembusan angin lalu.
Aku tersenyum dalam lamunan.
Teringat sosok penuh pengorbanan .
Mendekapku penuh kehangatan.
Namun semua tinggallah khayalan.
Ia telah dipangkuan Tuhan.
Air mata menyesakkan dada.
Rindu bercambuk sesak tanpa jeda.
Secercah harap menginginkan kembali yang telah tiada.
Pulang mengobati jiwa yang masih bernoda.
Kini ditelan bumi telah berkubur.
hidupku suram dilanda redup.
Walau tanpa sosokmu aku hidup.
Kupaksa diri menerima sanggup.
Ayah..
Salahkah jika mengharapkanmu kembali pulang?
Salahkah jika menginginkan masa-masa indah itu diulang?
Aku ingin memperbaiki apa yang telah hilang.
Ayah..
Lewat doa-doa yang selalu kulangitkan.
Kulimpahkan harap penuh permohonan.
Kemudahan langkahku menata masa depan.
Agar kau bisa tersenyum bahagia dipangkuan Tuhan.
Tunggu aku dikeabadian..
-Rhaimerdekawati


0 komentar
(Gunakan bahasa yang baik dan sopan dalam berkomentar.)